PENTINGNYA MAJELIS KHUSUS WANITA

21 Juni 2016

PENTINGNYA MAJELIS KHUSUS WANITA

Di dalam mencari dan memahami ilmu agama, perempuan dan laki-laki sama sekali tidak dibedakan. Sebagaimana laki-laki dituntut mengerti ilmu agama, perempuan juga diwajibkan memahami ilmu agama. Nah, untuk itu para perempuan harus menyediakan waktu khusus untuk mempelajari agama dengan cara membuat majelis khusus perempuan (Jalsatun-Nisa). Hal ini sebagaimana yang telah diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para perempuan di masa itu.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori di dalam kitab shahihnya pada bab “Apakah perlu waktu khusus bagi perempuan dalam mempelajari ilmu agama?”, Abi Said al-Hudriy meriwayatkan sebagai berikut:
Para perempuan berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Para laki-laki telah mengalahkan kami dalam hal berkumpul dengan anda wahai Nabi, maka jadikanlah satu hari dari waktu anda untuk kami.” Lalu Nabi Muhammad SAW menjanjikan kepada mereka satu hari yang telah beliau tentukan untuk bertemu dengan mereka. Maka beliau memberi nasehat kepada mereka. Di antara isi nasehat Nabi Muhammad SAW kepada para perempuan di hari itu adalah: “Tiada seorang perempuan di antara kalian yang ridha atau rela terhadap tiga anaknya yang meninggal di saat kecilnya, melainkan hal itu menjadi penghalang baginya dari neraka.” Kemudian salah satu perempuan yang hadir berkata, “Kalau dua?” Maka Nabi Muhammad SAW menjawab, “Dua juga.”



Baca juga
  »
21 Juni 2016
HUKUM SUNTIK DAN INFUS PADA SAAT PUASA
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum suntik dan infus pada saat puasa. Pendapat pertama menyatakan tidak membatalkan puasa secara mutlak, karena yang dapat membatalkan puasa adalah masuknya benda melalui lubang mulut, hidung, kuping, dubur dan kemaluan. Pendapat ini disampaikan oleh beberapa ulama, di antaranya Syekh Muhammad Bukhit Al-Muthi’i, Syekh Abdullah ‘Awadl Bukayyir dan Syekh DR. Muhammad Haytu.