Belajar Ikhlas


Jumlah

Ketersediaan : Tersedia

Rp 30.000

Beli

Belajar Ikhlas
91 Kiat Menemukan Nikmat Taat

Semua tahu, ikhlas merupakan ruh segala amal. Selain menjadi penentu diterima-tidaknya amal kita di sisi Allah, hati yang ikhlas adalah sumber kebahagiaan dan kesuksesan kita. Tapi, meski tahu, apakah kita mau dan mampu untuk ikhlas? Ikhlas seperti apa? Bagaimana caranya? Bukankah ikhlas sudah menjadi kata populer yang nyaris kehilangan makna sejatinya?.

Lahir dari kedalaman makrifat seorang psikolog-muslim klasik, buku ini menuntun kita untuk terus berlatih ikhlas. Bukan lagi menjelaskan definisi dan urgensi ikhlas, Imam al-Muhasibi mengupas lapis demi lapis kepura-puraan yang kerap tak kita sadari saat beribadah. Kiat-kiatnya praktis, menyengat kita betapa bukan penghambaan kepada Allah yang acap kita pertunjukkan saat beramal, melainkan kesombongan dan ria.

Buku ini mengingatkan kita bahwa tiap perbuatan yang sedemikian baik di mata manusia sekalipun bisa sia-sia (musnah pahala dan manfaatnya) tanpa mengajak bicara kalbu kita. “Berinteraksilah dengan hati Anda,” tutur Syekh al-Muhasibi, “sapu kotorannya dan sirami benih kekilauannya sehingga setiap perbuatan baik senantiasa memancar dari hati yang tulus!”.

Imam al-Muhasibi lahir di Basrah pada 165 H/781 M. Karya-karyanya banyak menginspirasi ulama kenamaan setelahnya, seperti Imam Abu Thalib al-Makki dan Imam Abu Hamid al-Ghazali. Guru dari “Sang Begawan Sufi” Imam Junaid al-Baghdadi ini wafat di Baghdad pada 243 H/857 M.

Keterangan;
Cover : Soft Cover
Jenis Kertas : Bookpaper
Penulis : Imam Al-Harits al-Muhasibi
Tebal : 256 Halaman
Ukuran : 13 x 19 cm