Membungkam Kicauan Liberal


Jumlah

Ketersediaan : Tersedia

Rp 30.000

Beli

Membungkam Kicauan Liberal

Sekadar untuk diketahui, liberalisasi terhadap Islam di Indonesia tidak dimulai sejak heboh soal Ulil Abshar Abdalla pada tahun 2002, akan tetapi sudah berlangsung puluhan tahun sebelum itu dan masih terus, mungkin juga akan tetap terus berlangsung dan berkesinambungan setelah itu. Belum ada data yang bisa memberikan kepastian secara riil, sudah serusak apakah nilai-nilai di dalam Islam akibat derasnya gelombang liberalisasi yang terjadi selama ini, yang mungkin tidak sempat kita sadari.

Yang jelas & perlu diperjelas, bahwa tidak ada jaminan apapun bahwa pemikiran liberalisme akan benar-benar mati, terlebih di era jejaring sosial seperti sekarang ini, hanya dengan sekali sentuhan tombol, maka sebuah wacana, opini, ide dan pemikiran bisa menyeruak ke mana-mana. Jika faktanya selama ini pemikiran liberalisme sangat aktif tersebar di dunia maya, maka pada suatu waktu, boleh jadi secara tiba-tiba anda akan terlalu sering bertemu dengan orang-orang yang berpikiran liberal, tanpa anda ketahui dari mana mereka mempelajari konsep-konsep itu, dan tentu saja itu akan sangat mengejutkan.

Kini kita tengah memasuki era pergaulan global. Tatkala segala macam informasi , opini, produk pemikiran, budaya dan segala macam hal kini bisa diperoleh hanya dari genggaman, maka kita laksana tengah memegang pedang yang terhunus, jika kita tak bisa memenggal, maka kitalah yang terancam terpenggal. Jejaring sosial, sebagai salah satu media pergaulan global, jelas berisi berbagai macam produk dengan efek samping yang beragam pula. Nah, tatkala pemikiran liberalisme menawarkan produknya di pasar global ini dengan amat gencar, maka apa yang mestinya kita lakukan?.

Buku ini hadir menawarkan satu sudut pandang pembacaan dan jawaban.

Keterangan;
Cover : Soft Cover
Jenis Kertas : HVS 70 Gram
Penulis : Mohammad Achyat Ahmad
Tebal : 220 Halaman
Ukuran : 12 x 17 cm