Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad


Jumlah

Ketersediaan : Tersedia

Rp 110.000

Beli

Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad
Garda DepanMenegakkan Indonesia (1945-1949)

Secara tidak langsung NU menjadi simpul pengikat perjuangan Ulama-Santri, dimulai dengan Taswirul Afkar-Islam Study Club-Nahdlatul Wathan-Syubbanul Wathan-Komite Hejaz-kemudian lahir Nahdlatul Ulama. Bahkan KH. Wahab mengarang Syair Cinta Tanah Air (Hubbul Wathan) pada tahun 1934, syair ini dibacakan setiap hari sebelum masuk kelas di pesantren Tambak Beras Jombang. Yang menarik bahwa terdapat lirik yang menyatakan "Indonesia biladii (Indonesia negeriku)". Bahwa kita tahu Indonesia belum merdeka, namun nama itu sudah dikenal sebelum kemerdekaan resmi dikumandangkan. Laskar Hizbullah yang menjadi “bumper” perjuangan kemerdekaan banyak yang tidak masuk dalam berbagai divisi kemiliteran di berbagai daerah di Indonesia. Ada sebagian pula yang melebur dalam TNI.

Akhirnya, para kyai dan santri ini kembali ke pesantren dan mendidik masyarakat. Diantara pesantren yang menjadi pusat benteng pejuang dalam perang kemerdekaan. Yaitu, pesantren Lirboyo, Al-Hikmah Kediri, Sidogiri Pasuruan, Al-Muayyad Surakarta, Al-Hikmah Brebes, Gambiran dan Pulosari Lumajang. Walaupun peranan pesantren, ulama dan santri pada masa awal kemerdekaan dalam buku ini dijelaskan begitu jelas. Namun, kita belum bisa melacak secara gamblang dalam sejarah nasional kita, apalagi menemukan dalam buku ajar sejarah di sekolah hingga perguruan tinggi.

Buku ini, Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad: Garda Depan Menegakkan Indonesia (1945-1949) yang ditulis oleh Zainul Milal Bizawie ingin menunjukkan bahwa sejarah seharusnya mengkaji dengan jernih adanya kepentingan politik yang terdapat dalam relasi kuasa (power relation), atau yang dikenal dengan politik pengetahuan (politic of  knowledge). Dengan kata lain, perlunya kesadaran akan saling berkelindannya atau berjalan seiring antara penulisan sejarah dengan kekuasaan.

Keterangan;
Cover : Soft Cover
Jenis Kertas : HVS 70 Gram
Penulis : Zainul Milal Bizawie
Tebal : XXXII + 419 Halaman
Ukuran : 16 x 25 cm